Bogor – Jendela Bogor
Sejumlah warga di sekitar kawasan Wisata Alam Tenjolaya Park (Kabupaten Bogor) menyampaikan keluhan terkait tata kelola destinasi wisata yang dinilai berdampak pada lingkungan sekitar. Permasalahan utama yang disorot warga meliputi krisis akses sumber air bersih, penanganan sampah yang kurang maksimal, hingga hilangnya sumber pendapatan keluarga dari pemanfaatan limbah botol dan gelas bekas.
Menurut keterangan sejumlah warga, aktivitas memungut botol dan gelas bekas air mineral yang sebelumnya diperbolehkan kini tidak lagi dapat dilakukan. Beberapa warga bahkan mengaku pernah mendapatkan teguran hingga perlakuan yang dianggap kurang nyaman saat berada di sekitar area wisata.
Selain itu, masyarakat juga menyoroti akses terhadap sumber mata air Curug yang selama bertahun-tahun dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Warga mengaku saat ini mengalami kesulitan dalam memperoleh akses air bersih setelah kawasan tersebut berada dalam pengelolaan tempat wisata.
Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah sistem pengelolaan sampah. Warga menilai lokasi penampungan sampah yang berada di dekat aliran sungai berpotensi menimbulkan dampak lingkungan apabila tidak dikelola secara maksimal. Mereka khawatir apabila terjadi kerusakan pada tembok penahan, sampah dapat terbawa arus dan mencemari lingkungan sekitar.
Masyarakat berharap pihak pengelola Alam Tenjolaya Park bersama pemerintah desa dan instansi terkait dapat melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi yang dikeluhkan warga. Mereka menginginkan adanya solusi yang adil, mengutamakan kelestarian lingkungan, serta tetap memperhatikan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola Alam Tenjolaya Park belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai keluhan yang disampaikan oleh warga. Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak terkait guna menjaga prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.
[ Redaksi ]
