BOGOR – Jendela Bogor
Penunjukan Sambas untuk memimpin BUMD Kabupaten Bogor yang membawahi Hotel Sayaga Horison dinilai dapat menjadi momentum baru dalam mendorong optimalisasi aset daerah, khususnya di sektor perhotelan dan pariwisata.

Ketua Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) Kabupaten Bogor, Rizwan Riswanto, menilai latar belakang Sambas sebagai pengusaha sekaligus tokoh di dunia otomotif dan industri menjadi modal yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas jaringan bisnis Hotel Sayaga Horison.
“Yang paling penting bukan hanya siapa yang memimpin, tetapi bagaimana jaringan, pengalaman, dan kemampuan manajerial tersebut dapat diterjemahkan menjadi kinerja yang konkret bagi BUMD dan masyarakat Kabupaten Bogor,” ujar Rizwan Riswanto. Jumat (14/8)
Menurutnya, Hotel Sayaga Horison memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi salah satu pusat kegiatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) di Kabupaten Bogor.
Sosok Sambas tergolong wajah baru yang belum familiar di ranah politik dan bisnis lokal Kabupaten Bogor. Namun, di tingkat pusat, pengusaha muda ini dikenal memiliki jaringan dan relasi luas di kalangan pejabat institusi negara, termasuk di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) serta berbagai kementerian.
Rizwan mengatakan, apabila jaringan tersebut mampu mendatangkan berbagai kegiatan pemerintahan, korporasi, organisasi, maupun komunitas ke Hotel Sayaga Horison, dampaknya tidak hanya terhadap tingkat okupansi hotel, tetapi juga terhadap sektor ekonomi lainnya di Kabupaten Bogor.
“Hotel jangan hanya menjadi tempat menginap. Harus bisa menjadi pusat kegiatan yang memberikan multiplier effect bagi daerah, mulai dari UMKM, kuliner, transportasi, jasa, hingga pariwisata,” katanya.
Ia juga menilai pengalaman Sambas sebagai Ketua Asosiasi Diesel Indonesia dan keterlibatannya dalam komunitas otomotif dapat menjadi pintu masuk untuk membangun jejaring yang lebih luas dengan dunia industri dan komunitas nasional.
Namun demikian, Rizwan menegaskan bahwa BPI KPNPA RI akan tetap menjalankan fungsi pengawasan terhadap pengelolaan BUMD agar seluruh proses bisnis berjalan secara profesional, transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kami mendukung setiap langkah positif untuk kemajuan Kabupaten Bogor. Tetapi dukungan itu harus berjalan beriringan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, tata kelola yang baik, dan kepatuhan terhadap aturan,” tegasnya.
Rizwan berharap kepemimpinan baru di BUMD Sayaga mampu menjadikan Hotel Sayaga Horison bukan sekadar aset milik pemerintah daerah, tetapi menjadi perusahaan daerah yang sehat, produktif, kompetitif, dan mampu memberikan kontribusi maksimal bagi PAD Kabupaten Bogor.
“Kita ingin melihat Sayaga menjadi kebanggaan Kabupaten Bogor. Kalau jaringan nasional yang dimiliki pimpinan baru dapat dimanfaatkan secara profesional, bukan tidak mungkin Hotel Sayaga Horison menjadi salah satu pilihan utama untuk kegiatan berskala nasional,” pungkas Rizwan Riswanto.
Penulis. : Syam. Editor. : MP
