BOGOR – Jendela Bogor
Sudah berkali-kali kasus dugaan pungutan liar dan pelanggaran aturan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Bogor diangkat ke permukaan melalui berbagai pemberitaan. Namun ironisnya, pihak sekolah yang dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, Ade Deden, seolah tuli dan tetap kukuh menentang kebijakan yang telah digaungkan tegas oleh Gubernur Jawa Barat Bapak Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM.

Berdasarkan data dan keluhan yang terus mengalir hingga saat ini, pemberlakuan berbagai bayaran di MAN 4 Bogor masih terus diberlakukan tanpa henti. Yang lebih menyakitkan, sekolah ini sama sekali tidak memberikan kebijakan, keringanan, atau bantuan sekecil apapun terhadap siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Padahal Bapak KDM berulang kali menegaskan larangan keras segala bentuk pungutan di sekolah negeri dan mewajibkan kebijakan belas kasih bagi siswa yang kesulitan ekonomi.
Bukan hanya tidak mengikuti arahan pimpinan daerah, Deden selaku kepala sekolah justru terlihat seolah tidak peduli dengan nasib ribuan siswa dan orang tua murid. Sikap arogan dan ketidakmampuan mengelola madrasah ini membuat kami dan banyak pihak menilai sosok Deden sama sekali tidak becus dan tidak pantas menduduki jabatan strategis sebagai kepala sekolah di lembaga pendidikan milik negara.
Kami sekali lagi menegaskan dan meminta dengan tegas kepada Kementerian Agama Kabupaten Bogor hingga Provinsi Jawa Barat: Segera lakukan Sidak mendadak, usut tuntas seluruh pelanggaran, dan segera berikan sanksi berat hingga Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) kepada Ade Deden! Jangan biarkan jabatan strategis di dunia pendidikan dipegang oleh orang yang tidak mengerti aturan, tidak punya hati nurani, dan berani menentang kebijakan demi kepentingan peserta didik.
Kami juga berjanji tidak akan berhenti mengawasi dan memberitakan kasus ini sampai ada kejelasan mutlak dan perbaikan nyata bagi seluruh siswa MAN 4 Bogor.
Penulis : RED. Editor : MP
