CIGOMBONG – Jendela Bogor
Perilaku istri Kepala Desa Cigombong yang bernama Nining menuai kecaman tajam dari warga. Ia dinilai bertingkah layaknya wanita sosialita yang sombong, bahkan berani menghina dan mencemarkan nama baik warga yang datang memohon bantuan.

Berdasarkan keterangan pihak yang dirugikan, awalnya mereka datang ke rumah kepala desa ingin bertemu Nining selaku istri kepala desa cigombong untuk memohon pinjaman uang sebesar Rp5.000.000. Di awal pertemuan, Nining menyambut pihak tamu dan mendengarkan keluhan warga. Namun sikap itu berubah drastis begitu mengajukan permohonan pinjaman.
Bukan sekadar menolak, Nining justru berbicara kasar seolah menghina, bahkan menyindir watak keluarga tamu tersebut dengan menyebut mereka “keluarga wartawan”. Belum cukup sampai di situ, ia dengan sengaja menyebarkan urusan pribadi ini kepada para kader di wilayah Desa Cigombong dengan berkata: “Ada keluarga wartawan datang ke rumah mau pinjam uang.”
Sikap ini dinilai sangat tidak beretika dan tidak pantas dilakukan oleh istri seorang Kepala Desa.
Sebagai pendamping pemimpin wilayah, ia seharusnya menjadi teladan dan menjaga rahasia serta harga diri warga, bukan malah menyebarkan aib dan menghina orang yang sedang susah, malah pernah terjadi istri kepala desa tersebut memakai jasa ojek onlin tidak dibayar sepeserpun ojek tersebut awalnya berharap akan mendapatkan bayaran lebih akan tetapi diluar nalar, ojek tersebut yang berharap bayaran malah tidak dibayar sama sekali.
Pihak yang merasa dirugikan menyatakan akan melaporkan kasus ini ke Kepolisian terkait dugaan pencemaran nama baik, jika masalah ini tidak segera diselesaikan dengan baik. Sebelum melapor ke tingkat Polres Bogor, sebelumnya pihak keluarga wartawan telah meminta bantuan kepada Sekretaris Camat Cigombong untuk memfasilitasi pertemuan dengan Kepala Desa beserta istrinya sebelum masalah ini dilaporkan ke tingkat polres bogor.
Kami berharap pihak berwenang segera menindaklanjuti. Jangan biarkan sikap tidak sopan dan menyebarkan aib dari lingkaran pemimpin desa merusak kepercayaan publik terhadap pemerintahan desa.
Penulis. : RED. Editor : MP
