Kota Bogor – Jendela Bogor
Suasana Kota Bogor pada Minggu pagi (10/8/2025) mengibarkan Kirab Bendera Merah Putih sebagai bagian dari rangkaian Festival Merah Putih menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.

Namun kemeriahan itu berdampak pada lalu lintas yang tersendat sehingga jalur jalan otista menjadi macet total bahkan di sejumlah titik utama kota.menjadi lautan manusia menyambut hahi kemerdekaan Republik Indonesia ke 80.
Dalam kegiatan tersebut, Pemkot Bogor menurunkan lima bendera merah putih raksasa, masing-masing sepanjang 100 meter dan lebar 5 meter. , bendera tersebut baru tahun ini terlihat muncul untuk menyambut HUT RI

Pawai bendera dimulai dari Tugu Kujang, melintasi Jalan Otista, Jalan Ir. H. Djuanda, Jalan Sudirman, dan berakhir di Pusdikzi Kota Bogor. dan Lima bendera tersebut melambangkan lima sila dalam ideologi Pancasila.
Acara dimulai dengan upacara bendera di depan Tugu Kujang pada pukul 06.00 WIB, dilanjutkan pawai bendera pada pukul 06.30 WIB. bahkan Ribuan warga dan peserta kirab memadati jalur utama, membuat arus kendaraan harus dialihkan.

Sejumlah ruas jalan dilaporkan mengalami kemacetan parah karena penutupan sementara demi kelancaran kirab. bahkan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan Festival Merah Putih lahir dari semangat persatuan dan kecintaan warga Bogor terhadap tanah air.
“Festival Merah Putih datang dari lubuk hati yang tulus demi kejayaan bangsa Indonesia. Ini juga menjadi tradisi tahunan yang sudah satu dekade berjalan di Kota Bogor,” ujarnya.
Dedie menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud komitmen kebangsaan masyarakat Bogor dalam menjaga persatuan dan mengenang perjuangan para pahlawan.
Dengan paduan kemegahan bendera raksasa dan antusiasme warga, Festival Merah Putih tahun ini sukses menyedot perhatian publik, meskipun harus dibayar dengan macet total di pusat kota sejak pagi hingga menjelang siang.
Editor: Mahpudin. Reporter: Redaksi
