Bogor – Jendela Bogor
PUPR Kota Bogor kerja ekstra mengerahkan pasukan inti dalam.mengerjakan jalan untuk roda dua dibatutulis kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor yang amblas waktu itu, kini sedang digenjot untuk mempercepat pekerjaan agar bisa segera digunakan oleh warga.
Hal tersebut berdasarkan instruksi dari walikota Bogor Dedi A Rachim agar jalur untuk roda dua dikawasan tersebut segera dituntaskan dengan waktu sepuluh hari yang diinginkan Dedi A Rachim tersebut.

Atas perintah walikota Bogor pihak PUPR mengerahkan tim khusus dalam pelaksanaan kerjanya agar perintah walikota Bogor bisa terealisasi dengan cepat untuk memenuhi harapan masyarakat yang membutuhkan perlintasan dijalan tersebut.
Sementara menurut kabid preservasi PUPR Kota Bogor Agus Sobari mengatakan kami siap kerja berdasarkan hasil kajian dari pihak PT KAI, karena kami juga mengerjakan jalan untuk roda dua tersebut berdasarkan kesepakatan bersama melalui hasil kajian kelayakan untuk dijadikan jalur jalan roda dua tersebut, ungkap Agus, 15 Agustus 2025.

Masih penuturan Agus, pembuatan jalan roda dua tersebut ditanah urugan sangat mengandung resiko, namun kami juga siap kerja berdasarkan hasil kajian dan kesepakatan bersama dalam hal keamana dan keselamatan bagi pengguna jalan itu perlunya ada kajian yang mendalam.
Diantaranya mengenai kekuatan Kontruksi , karena pihak PT KAI juga sedang proses pengerjaan untuk perbaikan jalan yang ambruk, dan kalau sudah dipastikan aman menurut pihak PT KAI artinya mereka yang bertanggung jawab.
Kami juga dari PUPR melibatkan pihak-pihak terkait di antara Dishub dan kepolisan termasuk pihak kecamatan dan tokoh masyarakat sebagai pengguna jalan kalau sudah bisa dilalui.
Kami juga mengetahui dari PT KAI sedang menjalankan proses pekerjaan, dan dikhawatirkan mereka akan terganggu dengan pengerjaan pembuatan jalan roda dua tersebut.
Untuk itu menurut Agus kami membutuhkan sutat pernyataan hasil kajian dari beberapa unsur untuk dijadikan dasar hukum bagi kami atas dasar kesepakatan bersama kata Agus.
Menurut Agus pekerjaan ini membutuhkan kajian teknik Kontruksi, membutuhkan teknik sistem kerja, itu tidak asal dikerjakan tanpa kajian bahaya’ kata Agus.
Sementara menurut warga yang mengaku bernama Supriono yang didampingi oleh temanya bernama Maryadi, mengatakan, kami merasa bersyukur dan trima kasih kepada pihak pemerintah Kota Bogor yang peduli mengetahui kebutuhan masyarakat dalam hal transportasi yang selama ini jadi kendala saat mengantar anak sekolah karena haris melintasi jalan BNR.
Masih penuturan Supriono, karena lewat BNR itu Meri alternatif pads akhirnya jalan tersebut juga menjadi macet, sehingga sering terlambat masuk sekolah anak mami ungkap Supriono.
Yang terakhir dari kami kata Supriono mengucapkan trima kasih kepada tim personil yang bertugas di PUPR Kota Bogor, dan trima kasih kepada pemerintah Kota Bogor, pungkasnya
Editor: Mahpudin. Reporter: HMF
