Aksi bakar ban bekas meledak di depan kantor Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Bogor, Kamis (28/8/2025). Massa dari Koalisi Indonesia Anti Korupsi bareng mahasiswa Bogor menuding ada bau tak sedap di balik lelang proyek infrastruktur tahun anggaran 2025.

Mereka menduga panitia ULPBJ main mata dalam tender pengadaan barang dan jasa. Aroma KKN kian kencang.
“Saya minta Kepala ULP, Yunus Iskandar, berani buka suara! Jangan-jangan ini tender sudah diatur hanya untuk satu peserta,” teriak Fatuloh Fawait lantang di tengah aksi.
Tak cuma massa, pengusaha yang ikut tender pun ikut buka suara. Biher Sitorus menyebut, ULPBJ Bogor diduga sengaja bikin persyaratan absurd di luar aturan hukum.
“ULP sudah langgar Perpres 16/2018 jo Perpres 46/2025. Mereka minta syarat aneh-aneh, dari metode pelaksanaan sampai dukungan material. Ini jelas bikin persaingan nggak sehat,” ungkap Biher.
Ia menambahkan, “Coba dicek, pemenangnya cuma satu penawar yang mendekati HPS. Sangat janggal.”
Aksi pun berlanjut dengan teriakan tuntutan agar aparat hukum turun tangan membongkar dugaan permainan dalam tender ULP Bogor. (RED)
