BOGOR – Jendela Bogor
Menyambut peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 tahun 2026, warga Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor kembali menggelar ritual adat tahunan “Ngawinkeun Cai” (mengawinkan air). Prosesi budaya yang sarat akan nilai sejarah Sunda ini dilaksanakan secara khidmat sebagai bentuk pelestarian alam dan kearifan lokal
Kepala Desa Pasir Eurih, Raup Obay alias Ipung, menjelaskan 18/06/2026 bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kewajiban adat di mana setiap kecamatan di Kabupaten Bogor wajib mengirimkan tanah dan air dari wilayahnya ke acara helaran HJB di Alun-Alun Bogor. Air dan tanah sakral dari Tamansari tersebut rencananya akan dibawa dan diserahkan langsung oleh Camat Tamansari
Istilah orang Sunda itu ngawinkeun cai, kita lakukan setiap satu tahun sekali di sini. Tradisi ini dulunya selalu melekat dengan upacara adat Seren Taun, mengingat di Desa Pasir Eurih sendiri terdapat 7 mata air keramat,” ujar Lurah Ipung saat memberikan keterangan di lokasi situs jelas ipung
Jejak Meditasi Para Raja Abad ke-14 Menurut catatan sejarah lokal, kompleks Taman Sri Baginda dan Sumur Jalatunda sudah ada sejak abad ke-14. Situs ini memiliki keterkaitan erat dengan era Prabu Siliwangi atau Sri Baduga Maharaja Raden Pamanah Rasa saat meminang Nyai Subang Larang dan Ibu Ratu Kentring Manik Mayang Sunda (Surabima), yang kemudian melahirkan Prabu Sulawesi Sesar.Konon, tempat ini merupakan lokasi sakral yang digunakan sebagai pemandian sekaligus tempat bertapa (semedi) bagi para raja maupun calon penguasa di Tatar Sunda sebelum naik tahta
Lurah Ipung sendiri memiliki ikatan emosional yang kuat dengan pelestarian situs ini. Sebelum terpilih menjadi kepala desa pada tahun 2019, ia merupakan seorang Juru Pelihara (Jupel) resmi yang meneruskan amanah dari kakeknya secara turun-temurun untuk merawat Sumur Jalatunda dan Taman Sri Baginda
Secara administratif, Pemerintah Kabupaten Bogor mengakui ada sekitar 5 hingga 6 situs sejarah penting yang berada di kawasan Desa Pasir Eurih. Situs-situs cagar budaya tersebut meliputi:Leuweung Majusi,Leuweung Karamat,Leuweung Pasir Karamat,Sumur Jalatunda, Taman Sri Baginda dan Batu Karut,terang ipung
Ipung pun berharap Melalui momentum HJB ke-544 ini, Lurah Ipung menyampaikan apresiasinya atas perhatian pemerintah daerah selama ini. Ia juga menaruh harapan besar kepada jajaran kepemimpinan Bupati Bogor Rudy Susmanto agar terus meningkatkan perlindungan dan perhatian khusus terhadap benda-benda serta tempat peninggalan bersejarah purbakala di wilayah Bogor agar tetap lestari bagi generasi mendatang. (Mahpudin Petet)
