Jendela Bogor
BOGOR,05-Juli-2026
Sikap angkuh dan meremehkan kebenaran ditunjukkan Kepala Sekolah MAN 4 Bogor terkait dugaan pungutan liar yang meresahkan wali murid.
Bukannya terbuka memverifikasi fakta dan mempertanggungjawabkan keluhan publik, ia justru beranggapan masalah bisa tuntas dengan cara menyodorkan sejumlah uang yang disebutnya sebagai “uang kerohiman”.
Tindakan ini dinilai sebagai pelecehan nyata terhadap profesi jurnalistik dan kewajiban pelayanan publik. Seolah-olah harga kebenaran, pengawasan, dan prinsip bisa ditawar dengan uang, serta seolah awak media bisa dibungkam demi kepentingan pribadi. Hal ini semakin memperkuat suara miring yang sudah lama beredar mengenai kearoganan sosok pemimpin lembaga pendidikan tersebut, baik dalam mengelola lingkungan sekolah maupun berhubungan dengan masyarakat luas.
Kami bersama rekan-rekan wartawan lainnya menegaskan dengan tegas: kami tidak akan berhenti memberitakan dan terus mengawasi setiap perkembangan. Uang tidak bisa menutupi penyimpangan, dan sikap sombong tidak bisa menghindarkan seseorang dari tanggung jawab. Kami akan terus memaparkan fakta hingga dugaan pungli terungkap sepenuhnya, sikap arogan diperbaiki, serta keadilan ditegakkan demi nama baik pendidikan di MAN 4 Bogor.
=PERNYATAAN SIKAP BERSAMA WARTAWAN=
Menolak Pembungkaman Berita & Penghinaan Profesi Terkait Kasus Dugaan Pungli MAN 4 Bogor
Kami para awak media yang memantau kasus dugaan pungutan liar di MAN 4 Bogor menyampaikan sikap tegas sebagai berikut:
1. Mencela Tindakan yang Tidak Beretika
Penawaran sejumlah uang yang disebut “uang kerohiman” oleh Kepala Sekolah MAN 4 Bogor dengan tujuan mengakhiri pemberitaan adalah bentuk pelecehan nyata terhadap profesi wartawan dan upaya penyuapan.
Kebenaran dan pengawasan publik tidak bisa dibeli atau ditutup rapat dengan uang berapapun nilainya.
2. Kearoganan Tidak Bisa Menghindari Tanggung Jawab
Tindakan ini memperkuat dugaan sikap arogan yang sudah lama beredar, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat. Pemimpin lembaga pendidikan seharusnya menjadi teladan keterbukaan, bukan mencoba menutup-nutupi masalah dengan cara yang salah.
3. Kami Tetap Konsisten Mengungkap Fakta
Upaya membungkam tidak akan membuat kami berhenti. Kami akan terus memantau, menelusuri bukti, dan memberitakan setiap perkembangan hingga dugaan penyimpangan terjawab sepenuhnya dan diambil langkah perbaikan yang nyata.
4. Menuntut Penjelasan Resmi
Kami menuntut pihak Kepala Sekolah MAN 4 Bogor untuk meminta maaf secara terbuka, serta membuka data lengkap keuangan dan administrasi sekolah guna membuktikan tidak ada pungutan liar yang merugikan wali murid.
Kami berpegang teguh pada kode etik jurnalistik dan kebenaran demi kepentingan publik. (RED)
