Jendela Bogor
BOGOR, 07-Juli-2026
Isu dugaan pungutan liar (pungli) yang melanda Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Bogor semakin memanas. Kepala madrasah yang bersangkutan, Deden, justru berusaha mencari jalan keluar yang tidak wajar, bahkan dikabarkan telah mencari dukungan hingga ke pelatih silat, serta berencana menemui pimpinan media untuk “menyelesaikan” masalah ini.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada Selasa ini direncanakan akan berlangsung pertemuan antara Deden selaku Kepala MAN 4 Bogor dengan Pimpinan Umum Garuda News dan Sultan News di lingkungan sekolah. Tujuan pertemuan yang dikemukakan adalah untuk membahas penyelesaian pemberitaan terkait dugaan pungli yang menjeratnya.
Namun, informasi yang lebih mengejutkan muncul: Deden dilaporkan telah menitipkan sejumlah uang yang disebut sebagai “uang kerohiman” kepada Ketua PGRI Kecamatan Cigombong. Langkah ini diduga kuat merupakan upaya untuk meredam pemberitaan dan menyelesaikan kasus dugaan pungli di sekolahnya melalui jalur yang tidak sesuai prosedur.
Selain masalah pungli, pertemuan tersebut juga dikabarkan akan membahas proyek pembangunan ruang kelas baru di madrasah yang sama. Sumber di lapangan menyampaikan bahwa pelaksanaan proyek ini sangat memprihatinkan, di mana pihak pelaksana dinilai mengabaikan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Pekerja terlihat bekerja tanpa perlengkapan pelindung diri yang layak, menimbulkan risiko kecelakaan kerja yang besar.
Melihat perkembangan yang semakin rumit ini, masyarakat luas meminta Kementerian Agama Kabupaten Bogor dan Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat tidak tinggal diam. Pihak berwenang diminta segera melakukan penyelidikan mendalam, memeriksa semua pihak yang terlibat, dan mengambil tindakan tegas sesuai peraturan perundang-undangan.
Selain itu, proses proyek pembangunan juga harus diperiksa kembali untuk memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan dan transparansi anggaran.
Masyarakat berharap kasus ini tidak hanya berhenti pada perundingan tertutup, melainkan dibuktikan kebenarannya secara terbuka dan akuntabel, sehingga kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag dapat dipulihkan.
Berita ini dikembangkan berdasarkan informasi yang diterima. Kami akan terus memantau perkembangan selanjutnya. (RED)
