BOGOR – Jendela Bogor
Masalah di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Bogor kian menyayat hati dan mengundang kemarahan luas. Terungkap fakta memilukan: sebanyak 5 siswa terpaksa mengundurkan diri dari sekolah hanya karena orang tua mereka tidak sanggup menanggung biaya yang dibebankan.

Yang membuat peristiwa ini semakin menyakitkan, pengumuman mengenai pengunduran diri siswa tersebut disampaikan secara langsung oleh Kepala Sekolah MAN 4 Bogor, Ade Deden, di hadapan peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Pertanyaan besar kini menggema: Di mana kebijaksanaan yang seharusnya menjadi cermin lembaga pendidikan? Apakah Kementerian Pendidikan Nasional maupun Kementerian Agama tidak memiliki catatan dan perhatian serius terhadap hal ini? Bagaimana bisa sekolah negeri yang seharusnya menjadi pelindung pendidikan justru memaksa anak-anak putus sekolah hanya karena keterbatasan ekonomi keluarga?
Sungguh tak berperasaan jika hal ini hanya dianggap urusan biasa. Coba bayangkan—andaikan nasib yang sama menimpa anak sendiri, keluarga kepala sekolah, atau staf pengajar di sana, apakah hati mereka akan tetap tenang? Ke mana perginya hati nurani yang seharusnya dimiliki oleh para pendidik?
KAMI MENDESAK KEPADA SELURUH PEMANGKU JABATAN YANG BERSANGKUTAN, baik di lingkungan Kementerian Agama maupun Kementerian Pendidikan, agar segera melakukan Pemeriksaan Mendadak (SIDAK) ke lokasi untuk menelusuri akar masalah dan kebijakan biaya yang diterapkan.
Kami juga menuntut agar pelanggaran dan ketidakpekaan ini SEGERA DIBERI SANKSI TEGAS DAN BERAT sesuai aturan yang berlaku.
Jangan biarkan pendidikan hanya menjadi hak orang kaya, dan jangan biarkan ketidakpekaan pihak sekolah menghancurkan masa depan anak-anak yang bersungguh-sungguh ingin belajar.
Penulis. : RED. Editor : MP
